Tag Archives: Manajemen Risiko

Membangun Manajemen Risiko Perpajakan

KASUS pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menjadi antiklimaks bagi kampanye ”Ayo. . . Ngisi SPT Tahunan PPh”. Kasus itu sesungguhnya merupakan sebuah risiko.

Selama ini manajemen risiko lebih dikenal dalam industri perbankan. Apakah perpajakan nasional belum menerapkan manajemen risiko? Kalau belum, kini saatnya yang tepat untuk melakukannya. Apa manfaat manajemen risiko? Dengan Surat Edaran No BI No 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa bank nasional harus menerapkan manajemen risiko terhitung yang wajib dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang dikemukakan dalam action plan atau paling lambat 31 Desember 2004. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko perbankan nasional.

Manfaat

Manajemen risiko sebenarnya dapat pula diterapkan di berbagai bidang termasuk perpajakan. Manajemen risiko mempunyai tujuan tunggal yaitu menekan risiko yang meliputi aneka manfaat yakni Pertama, mampu memberikan informasi dan perspektif kepada manajemen tentang semua profil risiko, perubahan mendasar mengenai produk dan pasar, serta lingkungan bisnis dan perubahan yang diperlukan dalam proses manajemen risiko.

Kedua, mampu menyampaikan isu sentral tentang formulasi kebijakan manajemen risiko dan review-nya. Ketiga, mampu menghitung dan mengukur besarnya risk exposure. Keempat, mampu menetapkan alokasi sumber-sumber dana sekaligus limit risiko dengan lebih tepat. Kelima, mampu menghindari konsentrasi portofolio yang berlebihan. Keenam, mampu membuat cadangan yang memadai untuk mengantisipasi risiko yang sudah diukur dan dihitung. Dan Ketujuh, mampu menghindari potensi kerugian yang relatif lebih besar.

Dari tujuh manfaat itu, hanya manfaat kelima, yakni “mampu menghindari konsentrasi portofolio yang berlebihan”, yang tidak sesuai. Dengan bahasa lebih terang, enam manfaat lainnya sangat relevan untuk diterapkan. Dalam perpajakan nasional, risiko operasional (operational risk) paling relevan untuk diterapkan dibandingkan dengan risiko pasar (market risk), risiko kredit (credit risk), dan risiko likuiditas (liquidity risk). Lalu, apa itu risiko operasional? Michel Crouhy dan Galai & Robert Mark (2000) mendefinisikan risiko operasional sebagai risiko yang berkaitan dengan operasional bisnis. Risiko ini meliputi dua komponen risiko.

Pertama, risiko kegagalan operasional (operational failure risk) atau risiko intern terdiri dari risiko yang bersumber dari sumber daya manusia, proses, dan teknologi. Kedua, risiko strategi operasional (operational strategic risk) atau risiko ekstern yang berasal dari faktor-faktor antara lain politik, pajak, regulasi, pemerintah, masyarakat, kompetisi. Yang jadi pertanyaan, risiko operasional apa saja yang dihadapi perpajakan nasional? Ada beberapa risiko yang dihadapi, seperti risiko karyawan (people risk). Konkretnya, persis seperti kasus pajak yang diduga melibatkan Gayus Halomoan Tambunan.

Salah satu potensi risiko adalah pada sengketa pajak. Sengketa pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara wajib pajak atau penanggung pajak dengan pejabat yang berwenang sebagai akibat dikeluarkannya keputusan yang dapat diajukan banding atau gugatan kepada Pengadilan Pajak. Hal itu diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan termasuk gugatan atas pelaksanaan penagihan berdasarkan Undang-Undang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (UU Pengadilan Pajak Nomor 14 Tahun 2002 pasal 1). Dalam hal ini, dituntut karyawan yang bukan hanya ahli dalam bidangnya tetapi juga berintegritas tinggi. Mengapa? Karena, di sana tersimpan berlaksa godaan yang bisa timbul dari wajib pajak dan/atau pejabat pajak. Kemudian, risiko reputasi. Apa itu risiko reputasi?

Risiko reputasi merupakan risiko yang antara lain disebabkan publikasi atau persepsi negatif terkait dengan aktivitas bisnis. Risiko tersebut tidak terkait langsung dengan kerugian finansial. Tetapi, lebih sulit diselesaikan dan makan waktu lama. Tanpa disadari, Ditjen Pajak kini sedang menderita risiko reputasi yang berawal dari risiko operasional, berupa main mata beberapa karyawannya. Risiko reputasi juga dapat berbentuk keengganan wajib pajak untuk mengisi surat pemberitahuan tahunan (SPT). Hal itu merupakan penurunan tingkat kepercayaan masyarakat luas terhadap kinerja instansi tersebut. Sejatinya, Ditjen Pajak sudah menyadarinya dengan slogannya, ”Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya”.

Alternatif Solusi

Agar potensi risiko bisa ditekan, maka sudah saatnya menerapkan manajemen risiko. Ditawar lagi, karena perpajakan nasional wajib menerapkan manajemen risiko untuk menekan potensi risiko sedemikian rendah. Bukan hanya mereka yang berhadapan langsung dengan wajib pajak yang harus memiliki kesadaran risiko untuk menuju budaya risiko. Namun, dari manajemen puncak hingga karyawan terendah.

Upaya kedua adalah revitalisasi budaya kerja. Sudah sepatutnya perpajakan nasional melakukan revitalisasi budaya kerja. Menurut Kamal Fatehi dalam International Management (1996), budaya kerja dapat dideteksi dari tiga level. Pertama, perilaku dan perwujudan yang jelas seperti artifak dan literatur seperti pakaian seragam. Kedua, tata nilai yang harus dijalankan seperti promosi dari dalam. Ketiga, asumsi dasar dan caracara yang benar untuk mengatasi lingkungan misalnya pilihan dan strategi dalam menghadapi persaingan. Intinya, revitalisasi budaya kerja bertujuan mengangkat dan mempertajam profesionalisme, tingkat kepercayaan publik, pelaksanaan tata perilaku (code of conduct), dan kompetensi. Budaya kerja juga memperkuat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG).

Aroma wangi budaya kerja antara lain tampak pada perilaku karyawan dan pimpinan dalam menjalankan organisasinya. Alhasil, wajib pajak akan senang hati melunasi pajaknya. Dan tax ratio yang mencapai 13,8% pada 2009 terhadap produk domestik bruto (PDB) bakal terus meningkat. (*)

PAUL SUTARYONO
Pengamat Perbankan

<sumber berita>  <Info terkait: Manajemen Risiko Perpajakan >

Enterprise Risk Management (ERM) for Internal Auditor


Practitioners of Enterprise Risk Management are quick to describe the many benefits implementing the ERM framework has brought to their organization and the audit process. But many non-practitioners simply don’t know how to get started with or how to make the most of ERM. And that’s what this seminar is all about.

Through lectures, case studies, group discussions, practical exercises, self-assessments, and feedback from the facilitator, participants will improve their understanding of ERM and the COSO ERM Framework, while coming up to speed with current issues, challenges, and emerging practices regarding risk management, control, and governance processes. This dynamic workshop is ideal for auditors beginning the enterprise risk management process, as well as ERM implementation team leaders and members, and auditors at all levels who are interested in or contemplating implementation of ERM.

Pelatihan untuk Anda:

  • Auditor Internal yang ingin memahami dasar-dasar ERM dan COSO-ERM Framework terbaru
  • Auditor Internal yang ingin menyegarkan pengetahuannya dalam penerapan manajemen risiko yang efektif
  • Para Manajer dan eksekutif yang ingin memperluas pengetahuannya dalam mengimplementasikan ERM secara efektif
  • Enterprise risk management implementation team leaders and members.

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Improve your understanding of Enterprise Risk Management (ERM).
  • Broaden your risk assessment perspective to cover all significant internal and external business risks.
  • Benchmark, or reinvent, your risk management tools and practices.
  • Understand the new COSO ERM Framework.
  • Gain an understanding of current issues, challenges, and emerging practices regarding risk management, control, and governance processes

Pokok-Pokok Bahasan

  1. Understanding Enterprise Risk Management (ERM)
    • COSO’s ERM – Integrated Framework
    • Internal audit’s role in risk management
    • ERM implementation strategy
  2. ERM Essentials
  3. Internal Environment
    • Internal environment factors
    • A closer look at philosophy, appetite, and culture
    • Readiness check for your organization
    • ERM tools and examples
  4. Risk Identification and Assessment
    • Objectives of risk identification and assessment factors
    • Build your own risk categories
    • Methodologies and techniques: COSO, case studies, control self-assessment
  5. Risk Responses
    • Control activities and risk response factors
    • Risk management strategies
    • Control frameworks
  6. Risk Monitoring
    • Internal control and risk monitoring factors
    • ERM and governance
    • Risk reporting and risk profile
  7. Course summary & discussion of key points

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di Enterprise Risk Management (ERM) atau LPAI-207AI2.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Bila Anda membutuhkan inhouse training silahkan download Inhouse Training Request Form
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya – LPAI Indonesia – melalui Tel: 021-5289-2279, 021-3696-1995 Fax: 021-5207195 atau Email: lpai.indonesia<at>gmail.com

Project Risk Management (PRM)


Pembangunan gedung kantor, pembangunan dan perluasan pabrik, pengadaan dan penggantian peralatan mesin,  pengembangan sistem dan jaringan distribusi serta pengembangan sistem dan aplikasi teknologi informasi merupakan bagian dari proyek-proyek investasi yang umum dijalankan perusahaan. Proyek-proyek dimaksud mempunyai arti yang sangat penting dalam berbagai aspek bagi perusahaan. Pertama, dana yang diinvestasikan biasanya sangat besar dan melibatkan pembiayaan yang bersumber dari modal sendiri dan dana pinjaman dari pihak ketiga. Kedua, revenue dan penghematan biaya yang diharapkan dapat dihasilkan dari proyek sangat signifikan untuk peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Ketiga, apabila terjadi kegagalan akan mengakibatkan dampak negatif yang sangat besar bagi perusahaan.

Mengingat arti  penting yang sangat besar  bagi perusahaan,  project risk management  perlu dijalankan secara efektif dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek, mulai dari tahap perencanaan, pengerjaan, pengawasan dan serah terima proyek sampai kepada pemanfaatan proyek tersebut dalam kegiatan operasional perusahan.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk membantu perusahaan dalam mengefektifkan penerapan project risk management utamanya dalam:

  • mempersiapkan kajian kelayakan yang akurat atas perencanaan proyek;
  • mendapatkan mitra yang tepat dalam pendanaan dan pelaksaaan proyek;
  • meyakinkan pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan perencanaan dan kajian yang telah disusun;
  • mengantisipasi dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul sehingga proyek dapat tetap berjalan dan memberikan manfaat seperti yang diharapkan.

Siapa yang Menjadi Peserta?

  • Manajer dan Staf perusahaan yang terlibat dalam pengelolaan proyek dan/atau pengelolaan risiko, Eksekutif/Staf Profesional yang ingin mengetahui seluk-beluk proyek dan manajemen risiko serta pemilik perusahaan yang mengelola sendiri perusahaannya atau eksekutif perusahaan yang terlibat dalam pengambilan keputusan manajemen.

Pokok-Pokok Bahasan

Materi pelatihan meliputi pembahasan aspek konsep, teknik dan contoh praktek project risk management yang meliputi:

  1. Risk Management Framework
    • General framework and approach to risk management
    • General understanding of  project cycles  and steps
    • General understanding of project risks
    • Core project risk management processes
  2. Risk Management Plan
    • Methodology;
    • Roles & responsibilities
    • Budgeting;
    • Timing categories
    • Definitions of risk probability and impact;
    • Probability Impact Matrix; g. Stakeholders’ tolerances
    • Reporting formats; i. Tracking
  3. Risk Identification
    • Defining Risk;
    • Capture the Statement of Risk;
    • Capture the Context of the Risk
  4. Qualitative and Quantitative Risk Analysis
    • Inputs;
    • Tools and Techniques;
    • Output
  5. Risk Response Planning
    • Inputs;
    • Tools and Techniques;
    • Output
  6. Risk Monitoring and Control
    • Inputs;
    • Tools and Techniques;
    • Output

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di <Project Risk Management (PRM)> atau BePRO-seminar804.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel: 021-5228081, 021-3239-3959 Fax: 021-5207195 atau Email: beproseminars<at>gmail.com

Operational Risk Management


The Problem of Risk

Dalam proses bisnis, resiko merupakan suatu keniscayaan. Risiko tidak dapat dieliminasi dari proses perdagangan, operasional dan siklus pengendalian, dimana tanpa berani mengambil risiko boleh jadi kita tidak akan mendapatkan keuntungan. Karena itu – untuk mencapai keberhasilan – perusahaan harus mengefektifkan pengendalian risiko operasional secara maksimal.
Operational Risk is present in many different forms and small problems can quickly escalate into major losses if not prevented at source. Any effective control system must therefore be preventive as well as reactive and must cover all areas of the company’s operations.

Course Objectives

  • This unique training workshop addresses the fundamental causes of risk and provides the delegate with a simple, Systematic Control and Management Program to achieve control.

Course Benefits

  • Find a systematic and simple way to solve your most difficult problems
  • Understand the crucial role of a responsible management philosophy in controlling risk
  • Develop the skills to provide focused information media which will provide the catalyst for effective risk control
  • Recognize the value of an experienced and well motivated Operational Risk team
  • Learn how to focus on those few important areas, rather than get bogged down with trivia

Course Outline

  1. Defining Operational Risk
  2. The Role of Quality in Controlling and Reducing Risk
  3. The Role of Responsibility Management
  4. Organization and Reporting Lines
  5. Systematic Control Process
  6. The BIS/BASEL Accord as it relates to Operational Risk
  7. Controlling Costs and Losses
  8. The Use of Limits as a Control Mechanism
  9. Reconciliation’s, Unmatched and Investigations
  10. The Role of Management Information in Controlling Risk
  11. The Systematic Control Process Workshop
  12. Hedging to Reduce Risk
  13. Portfolio Controls
  14. Auditors:  How to optimize the use of auditors as part of the control process
  15. The Role of the Middle Office in Controlling and Mitigating Risk

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di <Operational Risk Management> atau BePRO-seminar606.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel: 021-5228081, 021-3239-3959 Fax: 021-5207195 atau Email: beproseminars<at>gmail.com

Financial Risk Management


Kerugian dari kegagalan mengantisipasi resiko financial dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian bahkan kebangkrutan. Oleh karenanya pendekatan pengelolaan risiko pada saat ini berkembang secara pesat, baik pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. Bagi entitas business atau finance professional, pengetahuan tentang pengelolaan risiko financial ini menjadi sangat dibutuhkan.
Pelatihan financial risk management ini, didesain demi menjembatani business atau finance professional untuk memahami teknik pengelolaan risiko financial mulai dari mengidentifikasikan hingga mengelolanya.

Tujuan Pelatihan:

  • Memahami factor penyebab resiko financial dan bagimana mengelola resiko financial
  • Mengidentifikasikan dan mengevaluasi resiko financial apa saja yang dihadapi perusahaan
  • Membangun renacana untuk mitigating resiko financial
  • Memahami, mengukur dan mengelola resiko yang berkaitan dengan global financial risk
  • Mempelajari “best practice” financial risk management

Metode Pelatihan

  • Pelatihan menggunakan metode ceramah dalam memahami konsep, dan latihan/studi kasus dalam mendalami teknik aplikasinya.
  • Pada sessi terakhir para peserta akan membuat action plan untuk menentukan rencana yang akan diterapkan setelah kembali ke dunia kerja

Pokok-Pokok Bahasan

  1. What is Financial Risk Management?
    • Understand the financial risk management process
    • How to identify key factors that affect interest rates, exchange rates, and commodity prices
    • The impact of history on financial markets
  2. Identifying Major Financial Risks
    • Evaluate the various financial risks that affect most organizations
    • How key market risks arise, such as interest rate risk, foreign exchange risk, and commodity price risk
    • The impact of related risks such as credit risk, operational risk, and systemic risk
  3. Interest Rate Risk
    • Identify opportunities to reduce interest rate exposure
    • Evaluate ways to manage interest rate risk with forward rate agreements, futures, and swaps
    • Assess the use of interest rate options
  4. Foreign Exchange Risk
    • Assess ways to reduce foreign exchange exposure through rearranging business processes
    • Compare foreign exchange hedging strategies
    • Evaluate the risks associated with specific derivatives products and strategies
  5. Liquidity Risk
    • Identify the major sources of liquidity risk
    • Identify common methods for managing liquidity risk
  6. Credit Risk
    • Identify the major sources of credit and counterparty risk
    • Identify common methods for managing credit risk
    • Understand the basic types of credit derivatives
  7. Commodity Risk
    • Aspects of commodity-related risks
    • Evaluate basic forward and futures strategies for managing commodity risk
    • Identify additional strategies for managing commodity price risk
  8. Risk Management Framework: Policy and Hedging
    • Comment on the importance of financial risk management policy
    • Develop an organizational profile to support risk management policy
    • Evaluate opportunities to develop or refine a risk management policy
  9. Measuring Risk
    • Differentiate between measures of exposure and measures of risk
    • Consider the strengths and weaknesses of risk measurement methodologies
    • Identify alternative strategies for estimating risks
  10. Global Initiatives in Financial Risk Management
    • Understand the challenges that exist in financial risk management
    • Identify initiatives for reducing risk in key areas such as settlements, trading, and payments
    • Appreciate the significance of accounting and regulatory initiatives
    • Evaluate how changes in capital adequacy can reduce systemic risk

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di <Financial Risk Management> atau BePRO-seminar605.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel: 021-5228081, 021-3239-3959 Fax: 021-5207195 atau Email: beproseminars<at>gmail.com

Managing Risk in Asset Management


Peran risk management pada saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama di area asset management. Banyak perusahaan yang memiliki dan mengelola asset yang tinggi, menugaskan ahli-ahli dalam risk management untuk meyakinkan bahwa perusahaan dapat mengontrol dan mengelola resiko kredit, operasional, reputasi dan pasar. Peran tersebut dipertegas lagi oleh beberapa kasus nyata akhir-akhir ini yang memanipulasi kinerja, investasi dan internal control. Kasus yang masih hangat adalah antara perusahaan besar Unilever dan Merrill Lynch Investment Management mengenai pengelolaan dana pension.
Pelatihan dua hari ini dirancang bagi para pelaku bisnis terutama yang berkaitan dengan pengelolaan aset untuk memahami konsep dan teknik-teknik dalam pengelolaan resiko.

Tujuan Pelatihan:

  • Measuring market and credit risks in funds
  • Controlling risk relative to a benchmark
  • Performance measurement analysis
  • Controlling risks in alternative investment funds
  • The role of asset allocation
  • Derivatives and downside protection
  • Compliance and regulatory issues
  • Controlling operational risks
  • Integrating fund managers and the risk function
  • How to avoid asset management disasters

Siapa yang Menjadi Peserta?

  • Asset Managers
  • Risk Managers
  • Investment Committee Members in Corporates
  • Actuaries
  • Accountants involved in Asset Management Companies
  • Fund Trustees
  • Institutional Investors
  • Private Investors
  • Insurance Company Executives
  • Compliance Officers
  • Regulators and Lawyers

Pokok-Pokok Bahasan

  1. Risk Management Overview
  2. Operationalising Fund Risk Controls
  3. Fund Performance Measurement and Analysis
  4. Asset Allocation
  5. Risk Control in Alternative Investment Funds
  6. Overview of Financial Derivatives
  7. The Risk Management Uses of Derivatives in Funds

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di <Managing Risk in Asset Management> atau BePRO-seminar904.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel: 021-5228081, 021-3239-3959 Fax: 021-5207195 atau Email: beproseminars<at>gmail.com

Essentials of Finance & Operation Risk Management


Menyajikan Esensi utama dari Financial and Operation Risk Management dengan Pendekatan Pada Praktek Bisnis Sehari-Hari (Best Practices).

Bagaimanapun unsur risiko selalu melekat pada setiap jalannya usaha dan pengambilan keputusan. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal atau internal perusahaan seperti faktor ekonomi yang kian tidak menentu, ketidakstabilan politik, persaingan bebas, dan lain sebagainya.
Pengelolaan risiko dengan demikian harus dipahami oleh semua pihak dan menjadi tanggung-jawab seluruh entitas bisnis mulai dari CEO, CFO, Controller, Finance Manager dan Operation Managers lainnya bahkan oleh Professional Staff.
Pelatihan tiga hari ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengevaluasi tingkat resiko yang dihadapi serta tindakan pencegahan.

Tujuan Pelatihan:

  • Memahami bagaimana munculnya resiko financial dan operasional
  • Membekali peserta dengan teknik mengidentifikasikan resiko financial dan operasional yang dihadapi perusahaan
  • Meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat perencanaan dan mengaplikasikan teknik pengelolaan risiko yang sesuai bidang tugasnya
  • Memahami teknik mengevaluasi dan mengukur tingkat keberhasilan dalam pengelolaan risiko
  • Secara keseluruhan pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan kontribusi peserta dalam peningkatan kinerja perusahaannya

Pokok-Pokok Bahasan

  1. Financial Risk dan Operational Risk (Overview)
  2. Mengidentifikasikan sumber-sumber risiko
  3. Interest Rate Risk
  4. Foreign Exchange Risk
  5. Credit Risk
  6. Commodity Risk
  7. Operational Risk
  8. Risk Management
  9. Measuring Risk
  10. Studi Kasus

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di <Financial & Operation Risk Management> atau BePRO-seminar603.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel: 021-5228081, 021-3239-3959 Fax: 021-5207195 atau Email: beproseminars<at>gmail.com

Enterprise Risk Management (ERM): Concept & Application


ESENSI UTAMA DARI MANAJEMEN RESIKO ADALAH MEMINIMALKAN PENGARUH NEGATIF DARI BERBAGAI RESIKO YANG DIHADAPI DALAM KEGIATAN BISNIS AGAR PELUANG DAN TUJUAN BISNIS DAPAT TERCAPAI SECARA OPTIMAL.

Walaupun pada kenyataannya secara alamiah manajemen resiko telah dilakukan oleh setiap entitas dan pelaku bisnis, namun dalam perkembangannya akhir-akhir ini praktisi bisnis mulai dituntut untuk melakukannya secara profesional, terencana, dan terukur.
Pelatihan Effective Risk Management ini akan membahas cara-cara mendeteksi resiko, konsep pengelolaan resiko, bagaimana proses manajemen resiko dan aplikasinya. Metode yang digunakan dalam penyajian materi pelatihan ini adalah gabungan antara metode lektur dan studi kasus dimana setiap peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengajukan pertanyaan dan/atau masalah yang dihadapinya demi mendapatkan pemecahan.

Tujuan Pelatihan:

  • Memberikan pemahaman akan pentingnya Penerapan Manajemen Resiko yang Efektif yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan
  • Membekali Peserta dengan pemahaman yang mendasar mengenai proses manajemen resiko dan teknik aplikasinya dalam operasional perusahaan sehari-hari
  • Dengan menerapkan manajemen resiko secara tepat diharapkan akan membantu manajemen perusahaan dalam pengembangan corporate governance dan melindungi kepentingan stakeholdernya

Siapa yang Menjadi Peserta:

  • General Managers, Finance Manager, Treasury Manager, Operational Manager. Fungsi Manajer Lini dan Staf Profesional lainnya yang ingin menambah wawasan dalam topik ini.

Pokok-Pokok Bahasan

  1. Gambaran Umum Manajemen Resiko
    • Esensi manajemen resiko
    • Perkembangan status dan praktek manajemen resiko
    • Faktor kunci keberhasilan manajemen resiko
    • Kebutuhan terhadap manajemen resiko
    • Tujuan dan manfaat manajemen resiko
    • Hasil yang diharapkan dari penerapan manajemen resiko
  2. Konsep Manajemen Resiko
  3. Risk Management – Framework
  4. Proses Manajemen Resiko
  5. Penerapan Proses Manajemen Resiko

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

Fraud Prevention & Detection for Non-Auditor


Kompleksitas permasalahan ekonomi yang makin dinamis; Pencapaian kemampuan di bidang ekonomi yang cenderung diiringi dengan munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan, baik di bidang ekonomi maupun sosial; dan Lemahnya prosedur, internal control, perangkat hukum, kelemahan pegawai maupun pengawasan yang belum sempat dibenahi; merupakan tiga hal penting yang telah berperan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kecurangan. Lalu, sebagai praktisi manajemen atau pengelola perusahaan, apa yang harus Anda lakukan dalam menyikapi hal ini?
Yang pertama harus disadari tentunya adalah bahwa masalah pengawasan atau pengendalian perusahaan merupakan tanggung-jawab moral setiap individu dalam perusahaan itu. Bagi para manajer dan eksekutif tentunya hal itu menjadi bagian dari tugas dan tanggung-jawabnya. Sementara dari sisi lain kita melihat bahwa masalah kecurangan ini sudah sedemikian membahayakannya dan telah banyak menelan korban berupa ambruknya perusahaan. Karena alasan-alasan itulah maka kami mengundang Anda untuk bersama-sama menelaah secara seksama berbagai hal yang menyangkut kecurangan dalam operasional perusahaan dan bagaimana mengatasinya. Sebelum pihak lain (seperti auditor) menemukan adanya kecurangan di lingkungan Anda sebaiknya Anda mengetahuinya terlebih dahulu, dan kalau bisa Anda bahkan mencegahnya agar tidak sampai terjadi.

Tujuan Pelatihan

  • Menjelaskan kepada peserta mengenai latar belakang dan potensi terjadinya kecurangan dalam kegiatan operasional perusahaan
  • Menjelaskan kepada peserta mengenai berbagai jenis kecurangan baik dari sudut akibat yang ditimbulkan maupun dari sisi akuntansinya
  • Menjelaskan kepada peserta mengenai langkah-langkah rinci proses pencegahan dan pendeteksian kecurangan (sesuai standar kerja auditor internal)
  • Meningkatkan nilai tambah dan peran serta para manajer dalam membantu kelancaran dan efektifitas proses audit diperusahaannya
  • Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan:
    • Memahami tanda-tanda adanya kecurangan dalam kegiatan operasional unitnya
    • Memahami arti penting pencegahan kecurangan sebagai bagian dari pengendalian manajemen dalam mencapai tujuan operasional unit
    • Mampu mengambil langkah-langkah preventif dalam mencegah terjadinya kecurangan
    • Memahami kerangka dan proses governance berdasarkan pengintegrasian fungsi internal control dan manajemen risiko dalam proses pengambilan keputusan

Pokok-Pokok Bahasan

  1. Terminology Kecurangan
    • Pengertian Kecurangan
    • Faktor-faktor Pemicu Kecurangan (Pressure – Opportunity – Rasionalization)
    • Pelaku Kecurangan
    • Statistik Kecurangan
    • Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)
  2. Potensi Kecurangan dalam Organisasi/Perusahaan
    • Jenis-jenis Kejahatan (White-Colour) yang trend dewasa ini
    • 25 Alasan Mengapa Karyawan Melakukan Kecurangan
    • Beberapa Alasan yang Melatar-belakangi terjadinya Kecurangan Manajemen
    • Kondisi-kondisi Khusus yang menyebabkan terjadinya kecurangan
    • Klasifikasi kecurangan
    • Jenis-jenis kecurangan dari sudut akibat yang ditimbulkan
    • Jenis-jenis kecurangan dari sisi akuntansi
  3. Symptoms & Warning Signs of Fraud
    • Red Flags (tanda-tanda kecurangan)
    • Indicators of Fraudulent Activities
  4. Teknik-teknik Pencegahan Kecurangan
  5. Hal-hal yang perlu diketahui oleh para eksekutif dan manajer dalam pendeteksian kecurangan
  6. Jenis dan Modus Operandi Kecurangan
  7. Management Controls & Approaches (Solusi Manajemen dalam pencegahan kecurangan)
  8. Executive Summary

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di <Fraud Prevention & Detection for Non-Auditor > atau BePRO-seminar601.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel: 021-5228081, 021-3239-3959 Fax: 021-5207195 atau Email: beproseminars<at>gmail.com

Foreign Exchange Risk Management


Di era globalisasi sekarang ini dimana bisnis tidak terpaku lagi pada satu negara, hubungan bisnis antar negara yang melibatkan mata uang yang berbeda menjadi suatu fenomena yang tidak dapat dihindari. Karena itu resiko akibat transaksi antar mata uang sudah seyogyanya dipahami oleh setiap individu yang terlibat di dalamnya. Dengan menerapkan risk management yang baik dan terstruktur, perusahaan dapat mengantisipasi perkembangan mutakhir dari fluktuasi harga valas dunia sehingga dapat segera mengambil langkah-langkah pengamanan yang tepat. Dengan demikian kesulitan financial seperti yang terjadi pada saat krisis ekonomi dapat dihindari.
Pada pelatihan ini akan dibahas konsep dan aplikasi Foreign Exchange Risk Management dan bagaimana mengelola foreign exchange risk secara profesional.

Tujuan Pelatihan

  • Memahami resiko foreign exchange risk
  • Memahami indikator yang dipergunakan dalam memprediksi foregn exchange rate
  • Memahami konsep, teknik dan aplikasi dalam mengelola foreign echange risk

Metode Pelatihan

  • Pelatihan menggunakan metode ceramah dalam memahami konsep, dan latihan/studi kasus dalam mendalami teknik aplikasinya.
  • Action Plan: para peserta akan membuat action plan untuk menentukan rencana yang akan diterapkan setelah kembali ke dunia kerja

Pokok-Pokok Bahasan

  1. FOREIGN EXCHANGE MARKET
    • Fungsi Foreign exchange market
    • Tipe transaksi (Spot, Forward dan Swap)
    • Foreign exchange rates dan quotation
    • Interest rate parity konsep
  2. PREDICTING EXCHANGE RATE DAN PARITY CONDITION
    • Parity condition
    • Interest, exhange rate dan price
    • Sistem Moneter
    • Fundamental Analysis Techniques
    • Technical Analysis Techniques
    • Aplikasi predicting exchange rate (Short – Long Run)
  3. FOREIGN EXCHANGE EXPOSURE
    • Tipe foreign exposure
    • Faktor penyebab foreign exposure
  4. MANAGING OPERATING EXPOSURE
    • Ilustrasi Operating exposure
    • Impact of operating exposure
    • Managing operating exposure
  5. MANAGING TRANSACTION EXPOSURE
    • Faktor Penyebab Transaction Exposure
    • Contractual Hedges
    • Forward Market Hedge
    • Money Market Hedge
    • Option Market Hedge
    • Swap Agreement
    • Back to back dan parallel Loan
    • Currency dan Credit Swap
    • Lead dan Lags strategies
    • Reinvoicing Center
    • Accounting dan Tax pada Contractual Hedge
  6. MANAGING ACCOUNTING EXPOSURE
    • Current Rate Method
    • Monetary dan NonMonetary Method
    • Ilustrasi
    • Managerial Implication
    • Managing Accounting Exposure
    • Balance Sheet Hedge
    • Contractual Hedge
    • Active vs Passive Management of Foreign Exchange Exposure

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat di <Foreign Exchange Risk Management> atau BePRO-seminar503.Pdf.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel: 021-5228081, 021-3239-3959 Fax: 021-5207195 atau Email: beproseminars<at>gmail.com
Powered by WordPress | Designed by: seo company | Thanks to seo services, seo company and seo company